اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أهلا وسهلا


Halaqah Jakarta merupakan blog di bawah kelolaan ahli Halaqah Jakarta yang dianggotai oleh muslimin muslimat Ukrida. Ukrida merupakan salah sebuah universitas yang terletak di Jakarta Barat.

Kami berharap usaha untuk membumikan jiwa-jiwa insan ke arah penerapan Islam yang sebenar-benarnya mengikut acuan Al-Quran dan As-Sunnah akan dipermudah dan diredhaiNya.

Salam Ukhwah! Salam Mujahadah!


Tuesday, November 23, 2010

Menangislah kerana takut kepada Allah



Menangis karena takut kepada Allah adalah ciri hamba Allah yang bertaqwa dari kalangan para Nabi dan para Rasul, orang-orang yang shalih, dan siapa saja yang meneladani mereka. Adapun hadits-hadits yang menunjukkan keutamaan menangis karena takut kepada Allah dan kemuliaan pelakunya maka itu banyak sekali, Berikut ini sebagian dalil tersebut serta petunjuknya (indikasi atau dilalah):

1.
Allah akan memberikan naungan kepada hamba-Nya
Sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…”
Dan di dalamnya disebutkan,
“…Dan sesorang yang mengingat Allah sendirian (dalam sepi) kemudian air matanya bercucuran…”[Muttafaq Alaih]

2.
Selamat dari Neraka
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah (kecuali) hingga ada air susu yang masuk kembali ke tempat asalnya, dan debu yang didapatkan dari berjihad di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap api Neraka Jahanam.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih." Hadits ini juga dishahihkan oleh al-Albani.]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dua mata yang tidak akan terjilat api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di tengah malam di jalan Allah.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata, "Hadits Hasan." Juga oleh Abu Ya'la dan al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman dengan redaksi: "Mata yang menangis pada tengah malam karena takut kepada Allah." Dan al-Albani menshahihkannya.]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Mata yang menangis karena takut kepada Allah, tidak akan dijilat api neraka selama-lamanya.” [HR. Ibnu Abi Ad-Duniya]

3.
Mendatangkan Kecintaan Allah
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tiada yang penting Allah sukai kecuali dua aliran dan dua jejak. Kedua aliran tersebut adalah: aliran air mata karena takut kepada Allah dan aliran darah di jalan Allah. Adapun kedua jejak tersebut ialah: jejak di jalan Allah dan (bekas atau tanda) akibat mengerjakan satu kewajiban dari perkara-perkara yang diwajibkan Allah.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan mengatakan, "Hadits Hasan." Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Ad-Duniya, ath-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir dan dishahihkan oleh al-Albani.]

4.
Keselamatan dari fitnah dan yang lainnya.
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anu berkata, aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
“Jagalah lisanmu, menetaplah di rumahmu, dan tangisilah dosa-dosamu.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan." Dan dishahihkan oleh al=Albani.]

5.
Kebahagiaan di dunia dan akhirat
Dari Tsauban bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Thuba bagi siapa saja yang menjaga lisannya, menetapi rumahnya dan menangisi dosa-dosanya.”[HR. ath-Thabrani]

Thuba artinya kebahagiaan dan kesenangan tiada tara. Ada juga yang mengartikannya dengan surga atau sejenis pohon di surga.

Sumber: Al-Khasyyah wa al-Buka’, Penulis: Shalih bin Shuwailih al-Hasawi, Edisi Indonesia: Terapi Syar’i Meluluhkan Kerasnya Hati, Penerjemah: Widyan Wahyudi, Penerbit: Darul Haq 2007 M

0 comments:

Post a Comment