اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

أهلا وسهلا


Halaqah Jakarta merupakan blog di bawah kelolaan ahli Halaqah Jakarta yang dianggotai oleh muslimin muslimat Ukrida. Ukrida merupakan salah sebuah universitas yang terletak di Jakarta Barat.

Kami berharap usaha untuk membumikan jiwa-jiwa insan ke arah penerapan Islam yang sebenar-benarnya mengikut acuan Al-Quran dan As-Sunnah akan dipermudah dan diredhaiNya.

Salam Ukhwah! Salam Mujahadah!


Showing posts with label Tazkirah dan Peringatan. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah dan Peringatan. Show all posts

Monday, May 16, 2011

Wanita solehah. Siapakah dirimu?

Assalamualaikum wbt.


Alhamdulillah terupdate lagi. :)

Bercita-cita ingin jadi wanita solehah? Tapi siapakah wanita solehah itu? Bagaimana nak jadi wanita solehah? Apa janji yang kami dapat kalau jadi solehah?

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."[ QS An-Nisaa,4 ; 34] 

Dalam ayat al-Quran di atas, salah dua ciri wanita solehah adalah taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada. Kita termasuk? Dalam ayat lain;

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. [QS At-Tahrim, 66;5]


Apa ciri-ciri wanita solehah?

Wanita yang taat (Qanitat)

Wanita yang qanitat adalah wanita yang sentiasa menjaga ketaatan dirinya kepada Allah. Cuma pada Allah? Tidak. Bukan hanya Allah, malah pada Rasul-Nya, suami bagi seorang isteri, ibu bapa bagi seorang anak. Tetapi ketaatan pada suami dan ibu bapa hanya berlaku pada hal yang baik. Contohi Asiyah binti Muzahim. Siapa Asiyah? Wanita yang menebus ketaatannya kepada Allah dengan jiwanya di tangan Fir'aun, suaminy sendiri dan seorang yang kufur kepada Allah sehingga tidak layak untuk ditaati.

Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."[QS Al-Imran,3; 32]

Wanita ahli ibadah (A'bidat)

Wanita ahli ibadah yang amat patut dicontohi adalah Maryam binti Imran. Allah meninggikan namanya dan menyebutnya dalam Al-Quran. Menitipkan ruh hamba dan Rasul-Nya Isa as dalam rahim Maryam. Mari kita amalkan sunnah Rasulullah yang sentiasa berdoa dalam solatnya sebelum salam.

Ya Allah berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, syukur kepada-Mu dan ibadah yang baik untuk-Mu.[HR Abu Dawud dan An-Nasa'i]

Firman Allah dalam Hadis Qudsi;

"Wahai anak Adam, ebrsungguh-sungguh lah beribadah kepada-Ku, amka akan Aku isi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kekafiran-Mu. Jika tidak demikian, maka Aku akan penuhi kesibukan di hadapanmu dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu."[HR Tirmidzi]

Dr. Aidh Al-Qarni menasihati wanita mukminah agar sentiasa menjalin hubungan dengan Allah, memelihara iman di dalam hatinya dan menanaminya dengan zikir, ibadah sunat (nawafil), tafakkur (memikirkan dan mengamati) terhadap ayat-ayat Allah. Seorang wanita boleh hidup tanpa emas dan perak tapi jika jidup tanpa iman dan amal soleh yang menyertainya, hidup tidak akan bahagia.

Wanita yang sentiasa bertaubat

Ada hadis Rasulullah saw,'Aku pernah melihat Neraka. Maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita." Mengapa wanita? Mereka kufur kepada Allah? Rasulullah saw menjawab, 'Kufur pada suaminya dan banyak mencela. Andaikata kamu berbuat baik kepadanya satu tahun, kemudian dia melihat satu keburukan pada dirimu, dia mengatakan,'Aku tidak melihat kebaikan sedikit pun pada dirimu'."[HR Bukhari]

Moga kita terlindung termasuk golongan tersebut. Amin. Berhati-hatilah wanita muslimahku. Kerana ada hadis lain, 'Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya terhadap laki-laki daripada wanita.'[HR Muslim]. Jika solehahnya wanita itu, dia tidak akan tersinggung dengan petikan hadis di atas. Kerana wanita solehah bukan fitnah malah hiasan dunia terindah, juga dalam riwayat Muslim.

Ada seorang sahabat datang bertanyakan, masih layakkah untuk menjadi wanita solehah setelah bertahun-tahun melakukan kemungkaran? Kita adalah manusia.Manusia memang tidak sempurna. Selalu ada saja kesalahan sengaja atau tidak sengaja dilakukan. Manusia yang terbaik, kata Rasulullah saw, 'Setiap anak Adam itu berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.'[HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

InsyaAllah sahabat. Moga kita sama-sama gapai sakinah dan redha Allah. Saling mengingatilah kita akan duniawi ini. Ya Allah, jadikanlah dunia ini dalam genggaman tangan kami, jangan tempatkan ia di lubuk hati kami. Amiin.

Sambungan akan datang insyaAllah. :))

Nantikan perkongsian dari kami.
Sumber dari sebuah novel Islami.:)

Wassalam. Wallahu a'lam.

Monday, February 14, 2011

Senyumlah :)


Senyumlah! :)

Setiap orang mempunyai bibir. Akan tetapi, tidak setiap orang bisa dan biasa untuk tersenyum. Senyum memiliki dampak yang beragam. Dengan senyuman, akan membuat orang lain merasa senang, aman, tenteram, nyaman,  dan damai. Ada yang karena senyuman, orang menjadi teriris hatinya. Ada pula senyuman yang membuat orang yang melihatnya menjadi mabuk kepayang hingga terjerumus ke lembah maksiat. Senyum jenis ini tentu akan membawa bencana karena bisa menyebabkan orang melanggar larangan Allah SWT.

Ada juga senyum yang membuat hati kita bergetar melihatnya. Itulah senyum ketabahan dari seorang hamba yang ikhlas menerima ujian Allah SWT. Ada lagi senyum ketegaran. Inilah senyuman dari orang yang tegar dalam menerima ujian, baik itu berupa bencana alam maupun kepahitan hidup. Selain itu, ada juga senyum yang penuh dengan ketulusan. Senyum ini membuat orang yang melihatnya ikut berbahagia.

Contohilah Rasulullah saw.

Jarir bin Abdillah RA berkata, “Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, beliau selalu tersenyum padaku.” [HR Al-Bukhari]

”Belum pernah aku menemukan orang yang paling banyak tersenyum seperti halnya Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam “. [HR At-Tirmidzi]

Aisyah ra berkata, "Tidak pernah saya melihat Rasulullah saw tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum."[HR Bukhari]

Alangkah mulianya mu wahai kekasih Allah!

Manfaat Senyum :)

Di  antara manfaat senyum adalah menambah daya tarik. Orang yang murah senyum kepada sesama akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebab, senyum yang berangkat dari ketulusan hati merupakan sedekah. ''Senyummu terhadap saudaramu adalah kebajikan.'' [HR At-Tirmidzi]

Senyum Sebagai Penyelesai Masalah

Dari Abu Dzar ra; ia berkata, Nabi saw bersabda, "Janganlah sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun hanya dengan menemui saudaramu dengan wajah yang cerah."[HR Muslim]

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".[QS. Al-Hasyr (59):18]. 

Wallahu a'lam.

Maka senyumlah wahai teman..:))))))


 *sumber gambar : Google :)

Petunjuk Rasulullah saw Bagi Yang Berhutang

Ustaz Nur Kholis bin Kurdian
Sumber : Majalah As-Sunnah No.08/Thn XIV

Hutang!

Aisyah ra pernah berkata kepada beliau,"Wahai Rasulullah, alangkah sering engkau berlindung dari berhutang!" Rasulullah saw menjawab ; "Sesungguhnya orang yang dililit hutang jika berkata ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari." [HR An-Nasa'i]

Hadis di atas memberikan pelajaran kepada kita untuk tidak mudah berhutang, kerana jika seseorang mudah berhutang, takut jika tidak mampu untuk melunasi hutang tersebut sampai ajal datang, padahal jiwa seseorang yang meninggal akan digantung nasibnya lantaran hutangnya yang belum terbayar. Nabi saw;

"Jiwa seseorang digantungkan sebab hutangnya sampai hutang tersebut terbayar." [HR Ar-Tarmidzi]

Riwayat lain, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia bersih dari tiga perkara, dari kesombongan, khianat dan hutang, maka ia akan masuk syurga." [HR Ibnu Majah]

Hukum Berhutang

Hukumnya adalah mubah (diperbolehkan). Meskipun demikian, Rasulullah saw mengajarkan kita doa untuk berlindung diri dari lilitan hutang. Nabi mengajarkan doa, yaitu;

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ 
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, dari lemah dan malas, bakhil dan penakut,dililit hutang dan dari penindasan orang."[HR Bukhari 7/158]


Tuntutan Bagi Yang Berhutang

*Orang yang berhutang wajib mengembalikan wang pinjaman tersebut kerana ia termasuk amanah yang harus dikembalikan. Bagi yang tidak mahu mengembalikannya, jika ia meninggal, maka dosa tersebut tidak diampuni Allah meskipun mati syahid. Sabda Nabi saw;

"Orang yang mati syahid, semua dosanya diampuni oleh Allah kecuali hutang." [HR Muslim]

*Bagi yang berhutang, harus menyegerakan pembayaran balik jika mampu. Bagi yang melambatkan pembayaran padahal dia mampu, hal itu merupakan kezaliman. Rasulullah saw bersabda; "Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu merupakan kezaliman."[HR Bukhari]

*Rasulullah saw menganjurkan untuk mengembalikan hutang dengan cara yang baik, Rasulullah saw bersabda; "Sesungguhnya termasuk orang pilihan yaitu orang yang paling baik ketika membayar hutang." [HR Bukhari] yaitu;
1) tepat waktu. Jika sulit, hendaklah meminta izin agar diberi kelonggaran.
2) Bagi yang berhutang, haruslah berterima kasih kepada pemberi hutang.
3) Mendoakan pemberi hutang.

"Dan siapa saja yang telah berbuat baik kepadamu, maka balaslah dengan hal yang sama, jika kamu tidak mampu, maka doakanlah dia sehingga kamu terlihat telah membalas kebaikannya." [HR Bukhari]

*Orang yang berhutang, jika ia benar-benar tidak mampu, boleh meminta keringanan atau pembebasan hutang dari si pemberi hutang.

Wallahu a'lam.

Bagi sahabat2 yang 'pokai' dan sering pinjam-meminjam, [biasalah, adat student scholar :)], bila dah masuk elaun tu, moga kita dipermudahkan untuk proses pembayaran..

Pengumuman Ta'lim

Ta'lim Ustaz Muchlish Abdi
15/02 -Selasa - Setelah Isya'
Masjid Nurul Hikmah

Ta'lim Ustaz Firdaus
19/02 - Sabtu - Jam 7 pagi
Masjid Nurul Hikmah

..:)..

Thursday, December 09, 2010

Solat Di Pesawat

Assalamualaikum wbt.

Alhamdulillah. Cuti datang lagi. Pulang lagi kami dari bumi Indonesia ini. :) Bagi yang tidak pulang tidak mengapa. Jangan takut dan jangan bersedih hati ye.

Dialog Dua Mahasiswa Ukrida Ketika Menaiki Pesawat

Ahmad : Nasib baik kan kita belajar di Indonesia je.
Muhammad : Kenapa?
Ahmad : Yela. Kalau belajar di Egypt ke US ke Rusia ke jauh kot. Setiap kali balik mesti xsempat solat. Gara-gara naik pesawat lama. Kita takpelah. 2 jam je.
Muhammad : Islam sangat memudahkan. Tidak langsung merumitkan. Kan ada cara untuk solat. Walau di mana pun kita berada, solat tetap wajib dilaksanakan. InsyaAllah, moga kita terus tsabat di jalan-Nya.
Ahmad : Emmm..insyaAllah.

Solat Fardhu Di Pesawat Sah

Setiap Muslim tetap diwajibkan untuk mengerjakan apa yang wajib dia kerjakan dalam solat, baik itu rukun solat, wajib solat, maupun syarat-syaratnya seperti bersuci, menghadap kiblat, berdiri, ruku', sujud dan lain-lain. Jika tidak bisa melakukan semua itu, bagi yang boleh dijamakkan, hendaklah dia menunggu sampai pesawat mendarat. Jika pesawat itu akan mendarat setelah berlalunya waktu solat, sedangkan solat itu tidak boleh dijamakkan seperti solat Asar dan Subuh, haruslah mengerjakan solat di pesawat.




Solatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup maka dengan duduk, jika kamu tidak sanggup, maka dengan berbaring sambil miring. [HR Bukhari] 

Jika mampu berdiri untuk solat, hendaklah solat dalam berdiri, jika tidak, dia boleh solat sambil duduk dengan menghadap kiblat dan berputar menghadap kiblat mengikuti putaran pesawat. Hendaknya juga dia memberikan isyarat ruku' dan sujud, yang lebih rendah dari ruku'.

"Maka bertaqwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian dan dengarlah serta taatlah dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa menjaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung." [QS At-Taghabun,64;16]


Adapun solat yang bisa dijamak, baik jamak taqdim maupun ta'khir, yang afdhal mengerjakan solat di awal waktu.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." [QS Al-Baqarah,2;286]


Wallahua'lam. Moga membawa manfaat. Wassalam.


Boleh rujuk selebihnya di Ensiklopedia Solat Menurut Al-Quran dan As-Sunnah.

Surah 'Al-Mu'awwidzatain'

Assalamualaikum wbt.

Alhamdulillah wa syukur lillah, kita masih dikurnia nikmat islam, iman dan ihsan, insyaAllah. Hanya perkongsian pendek dari kami.



Surah 'Al-Mu'awwidzatain'

Sabda Rasulullah saw;
"Tidak ada seorang pemohon, yang memohon seperti halnya dengan kedua surat ini. Dan tidak ada seseorang yang meminta perlindungan, seperti halnya dengan kedua surah tersebut. [HR An-Nasa-i]

Apakah surah 'Al-Mu'awwidzatain'?

Artinya dua surah untuk mohon perlindungan, yakni surah al-Falaq dan surah an-Nas. Boleh rujuk terjemahannya.

Bismillah.
قُل أَعوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ﴿١﴾مِن شَرِّ ما خَلَقَ﴿٢﴾وَمِن شَرِّ غاسِقٍ إِذا وَقَبَ﴿٣﴾وَمِن شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى العُقَدِ﴿٤﴾وَمِن شَرِّ حاسِدٍ إِذا حَسَدَ﴿٥﴾

Katakanlah; "Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam yang telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. [QS Al-Falaq, 113; 1-5]


Bismillah.
قُل أَعوذُ بِرَبِّ النّاسِ﴿١﴾مَلِكِ النّاسِ﴿٢﴾إِلٰهِ النّاسِ﴿٣﴾مِن شَرِّ الوَسواسِ 
الخَنّاسِ﴿٤﴾الَّذى يُوَسوِسُ فى صُدورِ النّاسِ﴿٥﴾مِنَ الجِنَّةِ وَالنّاسِ﴿٦﴾ 

Katakanlah; " Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai manusia). Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia. [QS An-Nass, 114; 1-6]


Riwayat lain dari An-Nasa-i, meriwayatkan dari Ibnu 'Abis al-Juhani bahwa Nabi saw bersabda kepadanya;
"Hai Ibnu 'Abis! Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu atau maukah aku beritahukan kepadamu tentang bacaan yang paling utama dibaca oleh orang-orang yang berlindung?"

Ibnu 'Abis menjawab,"Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda;

"Yaitu; 'Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh (fajar). Dan 'Aku berlindung kepada Rabb-Nya manusia.' Inilah dua surah (untuk mohon perlindungan).[HR An-Nasa-i]

Sumber : Shahih Tafsir Ibnu Katsir Juz 'Amma


Sekadar perkongsian pendek untuk sahabat sahabat sekalian. InsyaAllah, moga bermanfaat. Setiap satu ayat al-Quran pasti ada manfaatnya. Teruskan untuk luangkan masa untuk kitab tersayang, kitab al-Quran. :)


Wallahua'lam. Wassalam.

Tuesday, November 23, 2010

Sempurnakanlah hijabmu

Assalamualaikum wbt.
Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak meng'update' blog Halaqahjakarta. 


Hijab? حجاب? Apa tu?
Kalau google, 'hijab' membawa maksud penghalang. Tapi nak halang apa ya?
Kalau bahasa kita, 'hijab' merujuk kepada kerudung/jilbab yang digunakan oleh wanita Muslim.

Firman Allah;
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[ QS Al-Ahzab;59]
Sabda Rasulullah saw;
Dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan bisa masuk surga, dan tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” [HR. Muslim]  


Kajian Doktor dari Canada
Salah seorang doktor dari Canada, Dr Malvinder Parmar telah membuat kajian, mengenai efek memakai pakaian ketat.
The tight, low-rise trousers favoured by the pop stars can squeeze a sensory nerve under the hipbone and cause a tingling sensation in the thighs called paresthesia. The feeling is not permanent, but Canadian doctors warn it may last if the jeans are worn regularly.
Three women suffering from the condition have been treated at the Timmins and District Hospital in Ontario, Canada. 
Paresthesia has also been linked to obesity, car seat belts, sitting with crossed legs for extended periods of time and wearing tight corsets or heavy tool belts. Constantly squeezing fat   wallets into trouser pockets has also led to pain for some patients.
Loose dresses
Dr Malvinder Parmar, medical director at the hospital, detailed the cases of the three women in a letter to the Canadian Medical Association Journal.
They had been suffering from paresthesia for between six and eight months. He wrote: "All had symptoms of tingling or a burning sensation ... and mild local tenderness. "Now that hip-huggers are back in fashion, physicians can expect to see more patients with tingly thighs."
He said the symptoms disappeared within six weeks after the women had switched to wearing loose-fitting clothing. And he suggested women to return to wearing traditional waist-cut jeans, or preferably loose dresses.
Sumber; dr.Malvinder Parmar 
Penjelasan Menurut Al-Quran dan Hadis
Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat yaitu :
  • Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
  • Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
  • Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
  • Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
  • Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
  • Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
  • Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
  • Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah ) 
Sumber; pakaian Islam

Maksud penghalang?

Menghalang kita untuk bekerja? Tidak. Malah memudahkan lagi urusan insyaAllah.
Menghalang keselesaan? Tidak. Malah, memberi keselesaan insyaAllah.
Menghalang untuk berkomunikasi? Rasa tidak percaya diri (PD)? Tidak Malah meningkatkan lagi keyakinan.
Menghalang untuk melakukan perbuatan maksiat? Ya. InsyaAllah, sangat membantu kita untuk menjaga diri.

Dah jelas kan perintah Allah untuk kita kaum hawa. Taufik dan hidayah milik Allah. Moga Allah lembutkan hati-hati kita. 

Jika kita rasa, perbuatan menutup aurat lebih mudah untuk kita perbetulkan dari hati, silakan kita untuk berusaha menutup aurat. Jika kita rasa mudah untuk kita perbetulkan hati, silakan kita 'clorox' kan hati kita. Pilih lah cara yang sesuai untuk diri. InsyaAllah, ia saling terkait karena niat hanya satu. Hanya kerana Allah taala.

Allahu a'lam. Moga bermanfaat. 

Monday, October 11, 2010

solusi membersih hati



Ramai orang tertanya-tanya berkenaan pembersihan hati.


"Bagaimana aku hendak bersihkan hati aku?"
"Aku sudah cuba untuk bersihkan hati, tapi tak berjaya."
"Ana dah mula buat baik, tapi tidak dapat istiqamah. Ana masih buat benda jahat lagi."


Ya, macam-macam kita dengar apabila masuk bab pembersihan hati untuk menjadi hamba kepada Ilahi ini. Kita semua tertanya-tanya cara membersihkan hati secara efektif. Sebab apabila kita berusaha, kita terasa sukar benar hendak membersihkan hati dan akhirnya kita kelelahkan dalam usaha mencucinya.


Bagaimana agaknya solusi pembersihan hati ini? Rasulullah sallallhu 'alaihi wa sallam ada bersabda, berkenaan pentingnya untuk menjaga hati : 
"Dalam jasad manusia ada seketul daging, jika baik daging itu maka baiklah seluruh tubuh, jika buruk daging itu maka buruklah seluruh tubuh. Dan ketahuilah bahawa itu adalah hati." [HR Bukhari dan Muslim]


Sebab itu, kebanyakan manusia mampu merasakan satu urgensi untuk menjaga dan membersihkan hati mereka. Cuma, biasanya manusia sukar untuk bertemu dengan solusinya. Kenapa kita masih tidak dapat membersihkan hati kita? Mungkin itu persoalan yang kita fikirkan dalam kehidupan kita.


Hal ini kerana, dalam diri kita, kita masih menyimpan rasa cinta dengan dosa. Kemungkinan, daripada 100 dosa yang biasa kita lakukan, kita telah tinggalkan 99. Tetapi, ada 1 dosa yang kita langsung tidak boleh tinggalkan. Kita ada rasa cinta kepada dosa itu. Maka, ketahuilah bahawa kecintaan kepada dosa itulah yang menghalang jiwa kita daripada menjadi bersih.


Sahabat saya, Sahel bin Nordin pernah memberikan satu analogi berkenaan cara membersihkan hati. 
"Hati kita ibarat cawan yang kotor. Kalau kita sekadar isi air jernih ke dalam cawan yang kotor itu, kekotoran itu tidak akan hilang. Malah, air jernih itu yang akan dikotorkan. Tetapi, kalau kita isi air jernih, kita cuci, kita kikis kekotoran di dalam cawan itu, kemudian kita terus isi lagi air jernih, insyaAllah, kekotoran di dalam cawan akan hilang dan air di dalam cawan hanya tinggal air yang jernih."


Pada masa yang sama, sahabat saya Ammar bin Ismail menambah, 
"Macam air di dalam cawan bekas orang guna untuk minum kopi. Semasa serbuk-serbuk, keladak kopi itu masih ada lagi dalam cawan, kalau kita isi air jernih, air itu akan menjadi hitam. Yang perlu kita buat adalah buang keladak dan serbuk kopi itu dahulu."


Ya, masalah untuk kita membersihkan hati adalah apabila kita tidak terlebih dahulu merengkuh kecintaan kita kepada dosa-dosa kita. Kita masih suka melihat perempuan yang tidak menutup aurat, kemudian kita masih suka berjudi, kemudia kita hendak minta wujudkan hati yang sensitif dengan arahan Allah? Kita suka berbohong, kemudian kita bercita-cita hendak menyelamatkan dunia daripada kemungkaran?






Saya suka nukilkan kata-kata masyhur, anda semua sering mendengarnya.
"Dua cinta yang tidak boleh bersatu dalam satu masa adalah cinta kepada Allah dan cinta kepada maksiat."


Cikgu saya, Cikgu Azmi Bahari ada berkata, 
"Islam dengan jahiliyyah ini, ibarat minyak dan air. Tidak akan sesekali bercampur. Satu di selatan dan satu di utara. Selangkah kita mendekati Allah, kita selangkah meninggalkan jahiliyyah. Selangkah kita mendekati jahiliyyah, hakikatnya kita telah selangkah meninggalkan Allah."


Jadi, solusi yang kita dapat adalah, hendak membersihkan jiwa kita, hendak menjadi hamba kepada Allah, pertamanya kita perlu rengkuh segala kemungkaran yang melekat dalam jiwa kita dan kita perlu tolak semua ajakan buruk yang datang kepada kita. Walaupun jahiliyyan itu adalah jahiliyyah yang kita suka.


Kecintaan kita kepada dosa itu bukanlah alasan untuk kita terus berbuat dosa. Kalau kita fikirkan secara logik, apabila kita masih cintakan dosa, suka berbuat dosa, di manakah agaknya cinta kita kepada Allah semasa melakukan dosa itu? Cinta pasa siapakah yang lenih tinggi semasa kita berbuat dosa itu? Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Seseorang penzina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada dalam keimanan. Seorang pencuri tidak akan mencuri jika ketika itu dia berada dlaam keimanan iaitu iman yang sempurna. Begitu juga seorang peminum arak tidak akan meminum arak jika ketika itu dia berada dalam keimanan." [HR Muslim]


Cuba kita renungkan. Semasa kita melakukan dosa itu, sebenarnya kita telah tewas lantaran cinta kita kepada dosa. Kita lemas di dalamnya, lantas kita lupa untuk bernafas dalam jiwa kehambaan kita kepada Allah. Cinta kepada dosa, itulah yang menghalang jiwa kita daripada menajdi hamba yang sebenarnya. Itu yang menghalang kita daripada membersihkan hati kita.


Bagaimanakah agaknya hati kita bisa bersih, sekiranya perkara ini masih wujud dlaam jiwa kita? Mari sama-sama berusaha merengkuh kecintaan kepada dosa dalam hati kita!






p/s-sebuah cetusan perkongsian daripada saudara Hilal Asyraf
moga Allah meredhainya dan kita semua. amin.





Saturday, September 25, 2010

مرحبا بك أخي أختي




Assalamualikum wbt.

Agaknya masih tidak terlambat untuk kami mengucapkan مرحبا بك أخي أختي , 'Selamat Datang Adik-adik 2010' ke Ukrida. Moga Allah mempermudah urusan adik-adik. Datangnya kalian dengan membawa satu harapan diiringi doa ibu bapa. Semoga pulang nanti membawa satu kejayaan bukan hanya untuk duniawi malah untuk akhirat. InsyaAllah kita semua.

Teruskan perjuangan!

Dalam perjuangan, kita perlukan usaha. Dalam usaha, kita perlukan tawakal. Dalam tawakal, kita perlukan doa.

Firman Allah;

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina"." [QS Al-Mukminun,40;60]

Apa lagi, jangan lepaskan peluang keemasan itu..:)

Wallahu a'lam.

Monday, August 30, 2010

82 tahun?



Bismillahirrahmanirrahim.


Surah Al-Qadr, 97 : ayat 1 hingga 5.


[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar,

[2] Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?

[3] Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan.

[4] Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut);

[5] Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!



Lihat. Itu janjiNya, tiada yang lebih menepati janji dariNya, Dia Yang Maha Menepati Janji.

Mengikut hijriah, satu bulan itu dalam 29 atau 30 hari.

Maka, jika 1000 bulan x 30 hari = 30 000 hari.

Satu tahun kira-kira dalam 365 hari. Seterusnya, 30 000 hari tadi dibahagi dengan 365 hari = 82 tahun !

Adakah kita masih lagi bernafas dalam usia setua 82 tahun itu??

Ada sesiapa yang pasti dia masih hidup tika itu?


Peluang

Ini Ramadhan 1431 H, mungkin ada lagikah Ramadhan 1432 H buat kita? Inilah peluangnya. Sekaranglah saatnya. Saat merebut segenap ruang masa yang masih diberikan olehNya. Fasa ke-3 Ramadhan bakal menjelma. Wahai pemburu lailatul qadr! Ayuh, teguhkan hati! Mohonlah, carilah, kejarlah, rebutlah, raihlah segala peluang yang terbentang luas di hadapanmu, dengan mengharapkan redhaNya, kerana Dia Yang Satu!

Peluang; mugkin hanya sekali ini, tidak semua ada buat kali kedua. Siapa tahu? Ayuh, gapaikan sekuat hatimu! Semampu dayamu! Jangan kita ketinggalam sebagai orang yang rugi tanpa apa-apa usaha! Sungguh, rugilah kita! Rugilah...! Bukan sahaja menangis di dunia, bahkan akhirat sana pastinya. Namun, air mata di dunia, kita masih punya harapan untuk membaiki dan berusaha tapi air mata di akhirat...tiada maknanya lagi, sia-sia..


Berusahalah, berusaha dan terus berusaha..biar lelah, sampaikan lelah itu lelah untuk mengejarmu lagi. Agar ia sedar berusaha dan berjuang selelah itu bukan untuk kehidupan sesingkat ini. Hinggakan kita cukup berani untuk mengatakan..


Ya Allah, Ya Bashir, The All-Seing..

saksikanlah..sungguh;

"..aku bersaksi bahawa aku manusia berusaha..

..menaiki tangga-tangga perubahan dan tidak berputus asa.."


Satu Perkongsian


Sebuah perkongsian dan luahan pandangan dari Saudara Hilal Asyraf, yang dilakarkan pada tahun lepas tanggal 13 September 2009 yang bersamaan dengan 23 Ramadhan 1430H. Moga memberi kesan pada jiwa-jiwa insan yang mahu berubah dan mengubah.

................................................................

10 malam terakhir.

Yang seronoknya 10 malam terakhir dalam Ramadhan adalah, kewujudan lailatul qadr. Malam yang Allah SWT sendiri isytiharkan bahawa, ianya lebih baik dari 1000 bulan.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya di dalam malam Al-Qadr, dan adakah kau tahu apa itu Malam Al-Qadr? Malam Al-Qadr itu lebih baik dari sebulan bulan. Pada malam itu turunlah para malaikat, dan Ruh(Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk segala urusan. Sejahteralah malam itu sehingga terbitnya fajar” ayat 1-5.

Ramai orang mencari-cari malam Al-Qadr ini. Nak ibadahnya dikira macam dia beribadah lebih dari 1000 bulan katanya. Maka macam-macamlah caranya orang berusaha mendapatkan malam ini.

Ada yang pada 10 malam terakhir ini, dia bersungguh-sungguh buat ibadah tanpa henti, mengisi waktunya dengan sebenar-benar pengisian. Tak kurang juga yang hanya pilih malam ganjil sahaja, malam genap dia tak sungguh-sungguh. Ada pula yang hebat dalam kira-kira, membuat pengiraan matriks, menjangka bila datangnya Malam Al-Qadr untuk tahun ini dan tahun mendatang.

Macam-macam. Mungkin kita ini sebahagian dari yang banyak-banyak berusaha itu.

Jadi, sekarang dah tiga malam berlalu. Anda dah jumpa Lailatul Qadr?

Apa perasaan anda, kalau saya kata:

“Lailatul Qadr itu malam tadi”

?

“Ish, mana ada. Takkan malam tadi”

“ha’ah la, tak ada pun tanda-tandanya”

Mungkin sebahagian orang akan menyangkal kata-kata saya itu.

Tapi saya yakin ada pula sebahagian orang yang akan berkata:

“Betul la. Semalam memang lailatul qadar. Aku dapat rasa”

“Ha’ah la, aku dapat tengok tanda-tandanya. Tandanya itu… ini…”

Baik, sekarang tahukah anda, kenapa ada orang menyangkal, dan kenapa ada orang menyokong?

Sebenarnya, yang menyangkal adalah mereka yang tidak bangkit, tidak beribadah sungguh-sungguh malam tadi. Bagi yang terbangkit pula, mereka akan kata malam itulah lailatul qadr. Sebab ada kemungkinan, hari lain mereka tak bangkit. Jadi hari yang terbangkit, itulah lailatul qadr. Hari yang tak bangkit, itu bukan lailatul qadr.

Sebab itu ada canda berbunyi:

“Orang arab, mereka set tarikh Lailatul Qadr pada 27hb Ramadhan. Tapi kalau orang melayu, Lailatul Qadrnya bila mereka terbangun, dapat buat qiamullail dalam 10 hari terakhir”

Saya tak tahu pun semalam itu lailatul qadr atau tak.

Tapi apa perasaan anda, kalau benar semalam adalah lailatul qadr?

Mesti ada sedikit selitan rasa kecewa dalam jiwa bukan?

“Ish, kenapa la aku tak tidur awal semalam?”

“La, kenapa la aku lalai sangat buat kuih sampai tak buat apa-apa ibadah semalam?”

“Aiseh, shopping sampai lupa dunia, terlepas lailatul qadr”

“Aku tidur dari lepas buka, sampai nak subuh. Lailatul qadr rupanya”

Macam-macam mungkin akan terlintas dalam hati kita yang terlepas lailatul qadr kan?

Sebenarnya, lailatul qadr bukan perlu kita tunggu-tunggu dia. Bukanlah sepatutnya kita, menunggu, mencari-cari tandanya, baru hendak bergerak beribadah. Kalau begitu, yang kita sembah adalah lailatul qadr, bukan Allah SWT.

Ada hikmah, kenapa Allah tidak bagitahu secara jelas, bila malam yang mulia, penuh barakah ini. Sama seperti sebabnya kenapa Allah tidak bagitahu bila kita mati.

“…Untuk melihat, siapakah antara kamu yang terbaik amalannya…” Surah Al-Mulk ayat 2.

Agak-agak, adakah gandaan pahala, gandaan amal yang lebih baik dari 1000 bulan itu, Allah akan bagi pada kita, dalam keadaan kita ini lalai kepada-Nya? Dalam keadaan kita ini jauh daripada-Nya? Dalam keadaan kita ini tidak bersungguh-sungguh langsung mendekati-Nya?

Ada orang kata, lailatul qadr ini luck sahaja. Dapat dapat lah. Tak dapat, tak dapat lah.

Itu satu pendapat yang salah saya rasa. Lailatul Qadr, adalah salah satu dari rezeki-rezeki Allah SWT kepada hamba-Nya yang terpilih. Terpilih di sini, bukan nasib baik. Tetapi terpilih kerana kesungguhnnya, terpilih kerana mungkin ada amalnya yang terangkat di sisi Allah, terpilih kerana dia memang meminta kepada Allah SWT.

Siapakah antara anda yang berdoa: “Ya Allah, berikanlah aku rezeki dapat beribadah pada malam lailatul qadr?”

Biasanya, orang melayu akan kata: “Harapnya, kita dapat berjumpa malam lailatul qadr pada Ramadhan kali ini”

Sekadar berjumpa, memang semua kita akan berjumpa dengan lailatul qadr. InsyaAllah tak akan miss, melainkan kita tidur dari lepas asar sampai pukul 7.00 pagi esoknya, setiap hari, pada 10 malam terakhir.

Tapi masalahnya, siapa yang diizinkan Allah, dipilih oleh Allah SWT untuk beribadah, memohon apa yang ingin dipohon, pada malam yang mulia ini?

Inilah ruginya orang yang tidak bersungguh-sungguh sedari awal Ramadhan. Yang dia tahu, menunggu 10 malam terakhir. Tapi bila tiba 10 malam terakhir, dia tetap tidak mampu bersungguh-sungguh. Kenapa? Kerana dia telah lemah selama 20 hari. Mustahil orang yang tidak pernah berjogging langsung, boleh masuk pertandingan maraton 50KM.

“Ala, kalau sungguh-sungguh daripada awal, tapi mungkin nanti malam lailatul qadr tu tertidur ke, kan sia-sia juga”

Mungkin sebahagian kita bagi alasan begitu pula.

Tak mengapa. Terlepas pun tak mengapa kalau kita dah sungguh-sungguh dari awal. Pada saya, orang yang bersungguh-sungguh dari awal, dia nampak kenapa dia beribadah, kenapa dia bersungguh-sungguh. Dia menyembah Allah, mengharap redha Allah. Bukannya dia menyembah lailatul qadr, mengharap redha malam itu kepadanya.

Dan jangan kita pandang enteng rahmat Allah SWT kepada orang yang berusaha mendekati-Nya dengan bersungguh-sungguh. Saya tak pernah rasa, bahawa Allah SWT akan mesia-siakan hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh itu. Orang yang bersungguh-sungguh ini, pastinya Allah akan berikan yang terbaik untuk-Nya.

Kalau tak dapat lailatul qadr, tapi dapat redha Allah, dapat pengampunan Allah, bukankah itu sudah dikira kemenangan?

Kalau dapat lailatul qadr, tapi kemudian tetap jadi manusia ingkar, tak ikut peraturan yang Allah tetapkan, maka apakah yang besarnya? Pahala lebih dari 1000 bulan itu, kemungkinan akan susut dengan sikap suka mengumpat, dengan dosa-dosa, dengan menganiaya orang lain dan sebagainya. Dapat lailatul qadr, lepas tak bangun dah qiam pada malam-malam lain. Adakah itu kemenangan?

Sedangkan, kita semua faham bahawa bukanlah lailatul qadr itu yang memberikan pahala. Allah jugalah yang memberikan pahala kepada kita.

Kita masih ada 7 hari lagi, ada 6 malam lagi. Masih sempat perbaiki niat, perbaiki matlamat untuk kita raih redha dan pengampunan Allah SWT dalam ramadhan ini. Mungkin kita terlepas lailatul qadr pada malam 21 atau 23. Tapi pengampunan dan redha Allah itu masih terbuka.

Mari kita bersungguh-sungguh, mendekati-Nya, meminta agar Dia membenarkan kita menjadi hamba-Nya yang terbaik!